Hari ini adalah kesekian kalinya kita berkumpul dikamarmu yang kusam ini. Kamar yang telah merekam semua kisah kita bersama. Ya 8 orang anak sekolahan yang katanya bukan hanya sekedar berteman, tapi bersaudara. Bersaudara dalam berbagi mimpi, hidup, dan nafas.
Itu katamu dulu kawan!
Aku harap kamu tidak akan lupakan itu.
Tidak juga kita semua disini.
Aku yakin kamupun masih ingat apa yang kita lakukan disini sehabis pulang sekolah. Dengan modal satu batang rokok didalam kantung baju lusuh kita masing2x, kita panjati tembok rumahmu dan berkumpulah kita diatas kamarmu itu hanya sekedar untuk bercerita soal cewe2x yang kita godain waktu istirahat sekolah tadi.
Seingatku, diantara kita hanya kau yang paling laris saat istirahat itu. Dengan tampangmu yang lumayan, kebisaanmu pada basket, dan kekocakanmu, membuat kamu yang paling mudah mendapatkan perhatian dari para gadis2x populer itu. Dan biasanya kami disini hanya bisa iri dan kagum sekaligus. Berharap suatu saat bisa menjadi seperti kamu.
Tapi, saat ini. Ditempat ini. Kamu bukan cowo populer. Bukan pula cowo bertampang lumayan.
Disini. Diatas kamarmu ini. Kamu hanya menjadi saudara kami.
Sorang saudara yang tidak merasa lebih daripada saudara2xnya yg lain.
Disini, kamu sama dengan kami.
Disini, kamu, saya, dan mereka menjadi KITA.
Dan langitpun terharu melihat kita yang telentang dibawahnya.
Dia mulai menagis terisak-isak. Kadang sedikit teriak.
Tapi kita tetap tidak pedulikan itu.
Kita masih saja tertawa .... tertawa ... dan tertawa ...
Maaf sudah melukai kepalamu
Sumpah, aku tidak sengaja membuatmu jatuh.
Aku hanya takut pada petir.
Wednesday, May 28, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment